" />

Wisata yang berdekatan dengan pantai di Banyuwangi ini di beri nama Blue Fire kawah Ijen oleh masyarakat sekitar. Kawah gunung tersebut merupakan sebuah danau yang memiliki sifat asam, lokasi kawah ini terletak di puncak gunung Ijen. Kedalaman kawah ini mencapai 200 meter, wilayahnya menjadi salah satu Cagar Alam yang di lindungi pemerintah.

Jam Buka dan Harga Tiket Blue Fire Kawah Ijen

Fenoma api berwarna biru muncul di waktu malam hari yaitu antar pukul 02.00 – 04.00 WIB. Di katakan blue fire karena api yang dikeluarkan oleh kawah gunung ini berwarna biru. Karena api birunya, menjadikan Ijen sebagai destinasi wisata favorit sampai ke mancanegara.Untuk harga tiket, anda hanya dikenai biaya masuk sebesari Rp 7.500,-/orang.

Daya Tarik Blue Fire Kawah Ijen

Keindahan kawah akan terlihat lebih jelas dari atas gunung, udara dingin yang menusuk tulang disertai bau belerang yang menyengat dari kawah. Menambah keindahan danau atau kawah yang berwarna kebiruan dan memberikan sensasi tersendiri bagi anda. Berikut ini adalah daftar objek wisata yang dapat anda kunjungi.

1. Indahnya Gugusan Bintang

Blue Fire Kawah Ijen

Gugusan bintang-bintang di langit malam menghasilkan pemandangan yang sangat indah dari ketinggian gunung. Masyarakat sekitar kawah menyebutnya Galaksi, adalah gugusan spiral yang terdiri dari bintang-bintang di angkasa yang jumlahnya antara 200 – 500 milyard bintang.

Gugusan bintang jika dilihat dari ketinggian tampak seperti kabut putih yang bertaburan di angkasa, pemandangan langka ini hanya dapat anda nikmati tengah malam dari puncak Gunung. Hanya ketika musim kemarau yaitu antara April-Agustus dapat anda lihat langsung dengan mata telanjang kemudian anda abadikan dengan kamera.

2. Blue Fire (Api Biru)

Blue Fire Kawah Ijen

Hal pertama yang menjadi tujuan wisatawan adalah pesona dari blue fire atau api biru yang terdapat di kawah gunung. Pemandangan langka yang hanya bisa dinikmati dimalam hari ini terletak di tengah penambangan belerang, merupakan pemandangan langka yang hanya ada dua di dunia yakni di Banyuwangi dan Islandia.

Karena pemandangan langka tersebut para pendaki rela memulai kegiatan di tengah malam. Menelusuri jalan yang terjal dan suhu yang dingin hanya demi melihat keindahan api biru kawah Ijen. Bahkan tak jarang para calon pengantin yang ingin melakukan foto prewedding di atas kawah demi mendapatkan hasil terbaik mereka bahkan rela bermalam di sekitar kawah.

3. Sunrise Pertama di Pulau Jawa

Blue Fire Kawah Ijen

Melihat sunrise adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap traveller, di atas gunung Ijen anda dapat melihat sunrise pertama pulau jawa lengkap dengan segala keindahannya. Berlibur ke tempat ini memang pilihan yang tepat. Setelah anda menikmati indahnya kawah dimalam hari, pagi harinya anda di pertemukan dengan sunrise yang sangat menawan.

4. Penambang Belerang

Blue Fire Kawah Ijen

Api biru yang terletak di kawah di kelilingi oleh pertambangan belerang. Belerang di tempat ini menandakan bahwa gunung ini merupakan salah satu gunung dengan kondisi yang masih aktif di wilayah timur. Semua penambang di kawah tersebut menambang secara tradisional agar tidak merusak kondisi gunung dan kawah.

Dengan adanya pertambangan tradisional di Kawah Ijen menarik perhatian wisatawan, sehingga mereka berani lebih dekat ke kawah. Para wisatawan juga diperbolehkan mencoba menambang belerang secara langsung memakai peralatan sederhana. Para wisatawan harus melakukannya dengan pengawasan yang sudah berpengalaman.

Kondisi pertambangan berasap tebal, para pekerja menggunakan penutup hidung ketika bekerja mencari lelehan belerang. Dari pipa yang tersambung dengan sumber gas vulkanik yang mengandung gas menghasilkan lelehan belerang berwarna merah, yang kemudian di tampung hingga berubah menjadi warna kuning.

Setelah berubah warna belerang selanjutnya di potong, dan diangkut dengan cara dipikul melewati jalan setapak berbatu dan terjal. Dengan beban setiap kali angkut 70-100 kilogram para penambang biasa mengangkutnya melewati tebing Kaldera sejauh 3 Km

5. Kebun Kopi Arabika

Blue Fire Kawah Ijen

Setelah anda dari puncak gunung anda akan turun menuju ke kawah ketika hari menjelang siang. Anda akan melewati kawasan perkebunan kopi, yang sengaja di buat tempat wisata dan di kelola oleh PTP Nusantara, Kaliampit. Pemandangan hijau seluas 74 Km akan membuat anda kagum dengan pesonanya.

Perkebunan kopi tersebut merupakan kebun kopi yang di budidayakan oleh kopi Arabika, bahkan terkenal hingga mancanegara dengan sebutan Java Coffe. Kopi yang memiliki rasa pahit khas, agak masam biasanya di panen pada bulan Mei hingga September. Ketika musim panen tiba para wisatawan dapat memetik kopi sendiri dan melihat proses pengolahannya.

6. Internationals Tour De Banyuwangi Ijen

Blue Fire Kawah Ijen

Sebuah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Iinternational yang di lakukan setiap 1 tahun sekali mulai tahun 2012. Merupakan balapaan sepeda jarak jauh yang diakan setiap bulan November hingga Desember dengan lama perlombaan 4 hari. Yang mana kawah Ijen menjadi salah satu rutenya.

Jika anda ingin melihat kejuaraan balap sepeda di kawah sambil melihat blue fire kawah ijen anda dapat datang di bulan yang terseutkan di atas. Selain kawah ijen pulau merah juga menjadi rute kejuaraan sepeda internationals ini.

Fasilitas Yang Ada di Wisata Blue Fire Kawah Ijen

Fasilitas ketika Anda berwisata ke Pantai di Banyuwangi tentu berbeda dengan fasilitas yang ada di wisata Kawah. Namun, sebagian besar hampir sama bentuk fasilitas yang disediakan. Biaya sewa dan tarif masuk ke tempat wisata juga berbeda. Untuk wisata ke puncak gunung biasanya dengan biaya yang cukup tinggi.

Fasilitas yang disediakan oleh pihak management wisata kawah Ijen meliputi lokasi parkir yang luas. Tempat parkir tersedia luas baik untuk kendaraan roda dua maupun roda 4. Fasilitas selanjutnya adalah warung makan yang tersedia di seluruh area kawah Ijen terutama di sebelah loket masuk tempat wisata. Makanan yang disajikan tergolong enak dan cukup untuk membuat badan lebih segar.

Fasilitas selanjutnya adalah toilet umum, di kawah ijen toilet yang disediakan bersih dan rapi seta nyaman ketika anda menggunakannya. Kemudian ada juga tempat persewaan peralatan mendaki, salah satunya adalah penutup mulut, karena asap yang di hasilkan oleh belerang dari gunung berapi yang masih aktif berbahaya jika masuk saluran napas terlalu banyak.

Fasilitas yang satu ini sangat berguna, yaitu taksi lokal. Taksi ini bukan mobil atau kendaraan lain melainkan gerobak yang didorong secara manual oleh penduduk desa. Hal ini bertujuan untuk menolong para pendaki yang tidak kuat melanjutkan perjalanan, karena jalur pendakian yang terlalu terjal.

Selanjutnya adalah fasilitas infrastruktur yaitu jalur pendakian yang luas. Jalur pendakian Gunung Ijen memang luas namun tetap anda harus berhati-hati jika mendaki karena rute yang dilalui cukup terjal. Ada juga sunrise view point yang disediakan khusus untuk melihat keindahan sunrise oleh para wisatawan.

Ada juga tempat untuk menyaksikan api biru namun, anda harus cepat ketika melakukan pendakian agar tidak kehilangan kesempatan melihat blue fire. Blue fire hilang ketika fajar tiba, jadi anda harus tiba sebelum subuh untuk menikmatinya. Fasilitas terakhir adalah pusat oleh-oleh, yang khas dari kawah Ijen adalah ukiran dari belerang yang dihasilkan di pertambangan.

Semua fasilitas telah tersedia, termasuk loket masuk ke tempat wisata. Biaya yang harus anda bayar tidak terlalu mahal, harga karcis di tentukan tergantung jenis wisatawan. Untuk wisatawan domestik masuk dengan biaya Rp 5.000,- ketika weekday dan Rp 7.500,- ketika weekend. Biayanya lebih murah karena warga domestik turut menjaga lingkungan kawah.

Wisatawan mancanegara mendapat harga Rp 100.000,- perorang untuk weekday dan Rp 150.000,- untuk weekend. Jika anda ingin menyewa kamera, handycamp atau sewa Photo Camera dengan biaya yang berbeda. Sewa kamera komersial harga Rp 10.000.000,-, Sewa Handycamp Rp 10.00.000,- dan sewa kamera biasa seharga Rp 250.000,-.

Biaya sewa yang di berikan memang sangat mahal sesuai kualitas dari barang yang disewakan, harga sewa juga dapat berubah-ubah sesuai kondisi terbaru. Untuk menghemat biaya perjalanan anda sebaiknya persiapkan peralatan yang ingin anda gunakan di puncak kawah. Seperti kamera dan lainnya agar tidak perlu menggunakan jasa sewa .

Akses dan Rute Blue Fire Kawah Ijen

Untuk sampai di puncak kawah Ijen bukanlah suatu perjalanan yang mudah, ada beberapa jalur atau rute yang dapat anda tempuh. Rute utama yang dapat anda lalui adalah dari arah Banyuwangi dan Bondowoso karena kawah Ijen merupakan cagar alam yang di lindungi oleh dua Kabupaten tersebut .

Rute dari Banyuwangi dapat di lalui dengan kendaraan bermotor maupun mobil, menuju ke arah Licin yang jaraknya kurang lebih 15 KM dapat anda tempuh selama 30 menit. Rute ini termasuk rute yang sulit di lalui karena kondisi jalan yang lumayan rusak. Selanjutnya, dari Licin menuju Paltuding dapat anda lewati menggunakan kendaraan sejenis jeep gardan ganda.

Jaraknya 18 Km, namun di 6 kilometer sebelum Paltuding anda akan melewati tanjakan curam yang dinamakan tanjakan derek. Perjalanan yang di butuhkan untuk melewati tanjakan ini kurang lebih satu jam di lanjutkan dengan jalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera yang rusak karena proses air hujan dan dilalui truk pengangkut belerang.

Setelah melewati tebing Kaldera sejauh 3 KM sampailah di Kawah Ijen. Total perjalanan jika anda melewati rute ini adalah 38 KM. Selanjutnya, rute yang dari arah Bondowoso ini melalui area yang berbatasan dengan perkebunan kopi Arabika yang memiliki tiga pintu gerbang yang berbeda. Di masing-masing pintu gerbang anda harus mengisi daftar hadir dan tujuan perjalanan.

Melewati jalur ini pemandangannya sangat bagus, di awal perjalanan anda akan melewati perkebunan kopi kemudian hutan pinus milik perhutani dan yang terakhir hutan perawan Cagar Alam yang sangat indah. Transportasi yang dapat anda gunakan di kedua jalur ini umumnya sama, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.

Transportasi umum dapat anda gunakan jika anda dari arah Surabaya, jaraknya dari Surabaya ke Banyuwangi maupun Bondowoso sekitar 200 kilometer. Anda harus mengikuti petunjuk arah hingga mencapai Paltuding setelah itu perjalanan ke kawah hanya dapat anda lalui dengan berjalan kaki yang memakan waktu kurang lebih 2,5 jam.

Untuk mencapai puncak gunung ada dua jalur pendaki yang dapat di lalui, yaitu jalur barat dan jalur timur. mayoritas pendaki memilih jalur barat karena tergolong lebih mudah dan aman. Jika anda berkunjung ke Kawah Ijen sebaiknya antara bulan April – Oktober, karena dalam bulan ini daerah Banyuwangi sedang musim kemarau sehingga jalanan tidak licin dan lebih aman.

Peta Lokasi Blue Fire Kawah Ijen (Google Maps)

Hotel Terdekat Dari Blue Fire Kawah Ijen

1. Ijen Resort and Villas
2. Catimor Homestay
3. Arabica Homestay
4. Ijen Resto and Guest House
5. Jiwa Jawa Resort
6. Tanjung Asri Hotel
7. Hotel Balmbangan

Tips Berwisata Ke Blue Fire Kawah Ijen

Berwisata ke puncak gunung Ijen untuk melihat keindahan kawah Ijen tentu hampir sama dengan pendakian ke gunung – gunung lainnya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika anda akan melakukan pendakian ke Ijen. Mulai dari fisik hingga peralatan pendakian, berikut beberapa metode yang dapat anda gunakan sebelum pendakian.

1.  Pakaian Hangat

Karena kondisi suhu di puncak gunung sangat dingin, Anda dapat membawa jaket gunung, karena jaket gunung terlihat tipis namun sangat hangat. Jika tidak gunakanlah pakaian berlapis-lapis agar anda tidak kedinginan.

2. Sepatu atau Sandal Gunung

Karena bentuk sandal atau sepatu gunung sudah di sesuaikan dengan medan pendakian yang curam, nantinya anda akan nyaman ketika melakukan pendakian.

3. Bawa Bekal Makanan Secukupnya

Alangkah baiknya jika membawa bekal makanan yang berenergi tinggi dan dapat menambah stamina secara cepat seperti coklat atau biskuit. Jangan lupa untuk membawa bekal air minum, air minum adalah hal utama yang tidak boleh di lupakan karena ketika anda melakukan pendakian akan cepat merasakan haus.

4. Masker Khusus yang Wajib Dibawa dari Paltuding

Jika anda lupa membawa di Paltuding biasanya ada yang menjual dengan harga Rp 30.000,- akan lebih hemat lagi jika anda sudah membawanya dari rumah. Selain itu, anda juga bisa membawa penutup wajah biasa dari rumah yang di gunakan untuk mendouble penutup hidung khusus agar tidak tercium bau belerang dari dalam kawah. Belerang dari Kawah dapat menyebabkan keracunan jika anda menghirupnya terlalu banyak.

5. Mendaki di Malam Hari

Jika ingin melihat langsung fenomena blue fire pada waktu subuh, sebaiknya melakukan pendakian di malam hari. Pendakian yang dilakukan di malam hari membutuhkan senter atau headlamp untuk penerang jalan agar anda tidak tergelincir jatuh.

7. Kamera

Kamera merupakan hal wajib yang pasti di bawa jika anda travelling. Mengabadikan momen dengan latar belakang kawah yang menyala berwarna biru akan menjadi momen yang sangat bagus.

8. Mematuhi Semua Aturan

Karena jika anda tidak melakukan apa yang disarankan petugas akan berakibat pada perjalanan anda. Rute menuju puncak gunung bukan perjalanan yang mudah apalagi jika anda pemula, mematuhi rambu dan saran pemandu adalah hal yang wajib di lakukan. Jagalah kebersihan tempat wisata, jangan membuang sampah sembarangan dan jangan merusak apa yang sudah ada di tempat wisata.

10. Persiapkan Fisik yang Sehat

Perjalanan yang jauh dan susah harus di siapkan sebelumnya, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan selama perjalanan menuju ke Blue Fire Kawah Ijen

Baca JugaPantai Pulau Merah Banyuwangi, Surga Peselancar Kelas Dunia