3 Cara Menjaga Bakteri Baik pada Anak

Bakteri baik sudah terbentuk sejak bayi dilahirkan. Ketika bayi terlahir secara normal, berpeluang memiliki bakteri baik lebih banyak dan beragam. Bakteri baik ini sangat membantu dalam membantu masa pertumbuhan dan perkembangan bayi. Adapun jumlah bakteri baik atau bakteri buruk yang ada pada tubuh anak ditentukan berdasarkan beberapa faktor, yang paling utama adalah gaya hidup. Agar usus dan pencernaan anak sehat dengan adanya bakteri baik yang tetap terlindungi, berarti Anda harus tahu cara menjaganya agar anak bisa menjalani hidupnya dengan tubuh yang selalu sehat.

Berikut adalah 3 cara menjaga bakteri baik pada anak. Simak ulasannya sampai tuntas, ya!

1. Kurangi anak mengkonsumsi gula dan makanan olahan lainnya

Gula adalah salah satu jenis karbohidrat sederhana yang sangat mudah dicerna oleh tubuh, di dalamnya juga terdapat glukosa dan fruktosa yang baik untuk tubuh anak. Tetapi, jika kadar gula di dalam tubuh terlalu banyak, maka dapat membahayakan bakteri baik yang berkembang di dalam saluran cerna anak.

Sedangkan dalam makanan olahan, kebanyakan mengandung bahan kimia berbahaya yang mungkin saja dapat membunuh semua bakteri baik di dalam tubuh. Hal tersebut sangat merugikan kesehatan anak di masa yang akan datang.

2. Makanlah sayuran, buah, dan serat

Salah satu cara untuk memperbanyak jenis bakteri baik adalah mengonsumsi sayur dan buah yang kaya akan kandungan seratnya. Ketika anak mengonsumsi makanan berserat, bakteri baik akan terus tumbuh dan berkembang. Minimal dalam sehari, anak harus mengkonsumsi makanan jenis sayur dan buah sebanyak 33 gram atau 39 gram per hari. Dengan adanya serat, maka lapisan lendir usus akan terjaga dengan baik.

3. Membatasi antibiotik

Jika seandainya bisa dihindari, ya, hindari saja. Karena, antibiotik sangat berbahaya untuk bakteri baik. Bisa jadi tanpa pandang bulu, bakteri baik maupun bakteri buruk akan dibunuh secara masal oleh antibiotik itu sendiri.

Tetap dalam jangkauan orang tua, jika sekali-kali anak diberikan antibiotik dengan takaran yang tidak wajar. Selalu konsultasikan kepada dokter.

Untuk memaksimalkan jumlah bakteri baik di dalam tubuh anak, selalu perhatikan pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Usahakan kondisi di dalam tubuh harus ada proses bakteri baik melawan bakteri jahat, karena itu dapat meningkatkan kesehatan anak dalam jangka waktu yang panjang.

Leave a Comment

error: Content is protected !!