" />

Tak hanya dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta juga dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah dan beragam. Mulai dari pantai di sisi selatan, kebun teh di sisi barat, dan pegunungan di sisi utara dan timurnya.

Salah satu gunung di daerah ini yang menjadi favorit para pendaki selain Gunung Merapi adalah Gunung Api Purba Nglanggeran di gunung kidul. selain karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, waktu pendakiannya pun tidak terlalu lama cukup 50 menit saja.

Sangat cocok bagi wisatawan yang memiliki jiwa petualang atau pun siapa saja yang hendak beristirahat sejenak dari rutinitas di kota Karena di samping mendaki, anda juga dapat menjajal kegiatan panjat tebing, menikmati sunrise atau sunset, hingga berkemah ditemani dengan pemandangan flora dan fauna yang memanjakan mata.

 Baca Juga: Gunung Tangkuban Perahu, Destinasi Wajib di Bandung!

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Gunung Api Purba Nglanggeran

Jam operasional di kawasan gunung ini buka 24 jam. Namun, kebanyakan pengunjung biasanya datang sebelum subuh untuk menikmati matahari terbit dan sore hari ketika matahari terbenam, sekaligus langsung menggelar tenda masing-masing ketika malam.

Seiring masyhurnya objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran dengan bentangan alam dan budayanya, harga tiket masuk digolongkan menjadi dua. Khusus untuk wisatawan domestik, tarif untuk siang hari Rp. 15.000 dan malam hari Rp. 20.000. sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan tarif siang dan malam Rp. 30.000. ditambah biaya parkir Rp. 2.000 per unit motor dan Rp. 5.000 per unit mobil.

Daya Tarik Gunung Api Purba Nglanggeran

1. Mendaki

gunung api purba nglanggeran berapa mdpl

Sumber Gambar: lampungpro.com

Dengan tinggi di bawah 1000 mdpl atau tepatnya 700 mdpl, Gunung Api Purba amat ramah bagi pendaki pemula. Selain karena waktu tempuh yang singkat, medannya pun tak terlalu susah dengan kontur tanah yang tidak terlalu menanjak.

Di awal pendakian anda akan menemukan jalan setapak yang menyerupai lorong yang diapit oleh bebatuan tinggi menjulang yang membuat anda sekilas merasa melewati sebuah gua. Selain itu juga Terdapat tiga gardu pandang dan beberapa spot foto yang akan anda temukan selama dalam pendakian.

Baca Juga: Blue Fire Kawah Ijen, Wisata dengan Fenomena Langka di Dunia

2. Berkemah

gunung api purba nglanggeran patuk gunungkidul

Sumber Gambar: localguidesconnect.com

Tak lengkap rasanya jika melakukan pendakian tanpa kegiatan berkemah. Di gunung ini terdapat dua lokasi yang dijadikan camping ground bagi para wisatawan. Lokasi pertama berada di tengah perjalanan menuju puncak gunung. Di area ini terdapat gardu seprti pendopo yang dibangun di sekitar area.

Lokasi kedua berada tepat sebelum puncak Gunung Api Purba. Lokasi yang lumayan lapang dan tidak terlalu jauh dari puncak ini biasanya menjadi tempat favorit para pendaki untuk menggelar tenda.

3. Outbond

alamat gunung api purba nglanggeran

Sumber Gambar: ksmtour.com

Adanya tanah yang lumayan lapang di dekat puncak menjadikan gunung ini juga sering digunakan oleh beberapa kelompok sebagai lokasi outbond dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan masing-masing peserta.

Adapun jika anda tidak ingin repot mengatur akomodasi dan kegiatan outbond, anda bisa memanfaatkan jasa pihak pengelola Gunung Api Purba yang juga menyediakan paket outbound di Gunung tersebut.

4. Panjat Tebing

asal usul gunung api purba nglanggeran

Sumber Gambar: tendon.id

Bongkahan batu yang menjulang tinggi dengan tingkat kesulitan beragam jadi primadona utama dari Gunung satu ini. Karena itu lah tempat ini menjadi lokasi yang kerap dijadikan tempat berlatih bagi para pegiat olahraga panjat tebing.

Anda yang ingin mencoba kemampuan dapat memanjat di 28 jalur pemanjatan yang sudah terbentuk. Namun, karena kegiatan satu ini tidak terlalu populer, anda diharuskan membawa perlengkapan sendiri apabila hendak melakukan panjat tebing di Gunung ini.

5. Berkunjung ke desa yang hanya dihuni 7 kepala keluarga di puncak timur

gunung api purba nglanggeran kabupaten gunungkidul daerah istimewa yogyakarta 55862

Sumber Gambar: backpackerjakarta.com

Gunung Api Purba Nglanggeran sejatinya terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan barat dan kawasan timur. Umumnya kawasan yang biasa dijadikan jalur pendakian adalah kawasan barat, sedagnkan kawasan timur termasuk jalur kawasan yang jarang dilalui.

Jika anda juga penikmat wisata budaya, tentunya mengunjungi puncak timur wajib ada dalam list perjalanan anda. di puncak tersebut anda dapat bertemu dengan komunitas 7 kepala keluarga yang telah tinggal di sana secara turun temurun.

Fasilitas Gunung Api Purba Nglanggeran

Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran kini bisa dikatakan mempunyai fasilitas yang amat memadai bagi para wisatawan yang hendak berkunjung. Di antaranya adalah:

1. Jalur pendakian

Beberapa jalur pendakian telah dibangun tangga oleh pihak pengelola.

2. Gardu pandang

Gardu pandang yang menyerupai pendopo juga terdapat di beberapa titik pendakian. Hal ini memudahkan bagi wisatawan untuk melepas lelah ketika mendaki.

3. Pemandu

Pihak pengelola telah menyediakan pemandu bagi anda yang membutuhkan seseorang untuk lebih mengenal kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

4. Camping ground
Jika anda ingin berkemah, tak perlu cemas gunung ini menyediakan dua tempat yang cukup luas untuk anda membentangkan tenda anda.

5. Toilet
6. Mushola
7. Pusat informasi

Rute dan Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

Objek wisata Gunung Api Purba berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul, Daerah istimewa Yogyakarta. Jika anda berangkat dari arah kota Jogja, anda dapat mengambil jalan Jogja-Wonosari menuju ke piyungan yang mengarah ke Bukit Bintang. Teruskan perjalanan sampai menemukan perempatan timur radio GCD fm Patuk.

Sesampai di perempatan, lalu belok kiri terus ikuti jalan menuju desa Ngoro-oro sampai menemukan pertigaan setelah Puskesmas Patuk. kemudian belok kanan menuju Desa Nglanggeran.

Tak perlu khawatir, sepanjang perjalanan, anda akan ditemani oleh indahnya pemandangan dan sejuknya hawa pegunungan. Jarak tempuh kurang lebih 26,8 km dan waktu tempuh jika anda menggunakan kendaraan bermotor sekitar satu jam.

Baca Juga: Taman Nasional Lorentz, Wisata Alam Memacu Adrenalin

Peta Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran (Google Maps)

Hotel Terdekat dari Gunung Api purba Nglanggeran

Ingin mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran di pagi buta dan ingin berwisata di kawasan Gunung Kidul tetapi takut menginap kejauhan? Kini telah tersedia banyak hotel terdekat dengan daerah tersebut! Dari yang ber-budget minimal sampai yang mewah pun ada. Bebas sesuaikan dengan ketebalan dompet traveling Anda.

Ada homestay berkonsep rumah tumpangan asri bernama Kopilimo Café and Homestay yang terletak di Sumber Tetes Patuk. Tak hanya dekat dengan Gunung Purba, dekat juga dengan Air Terjun Kedung Kandang, Bukit Bintang, dan Hutan Pinus Pengger. Harganya mulai dari tiga ratus ribuan saja per malam.

Ada lagi The Giant Frog Cabins. Penawaran kamar, ada untuk single room dan ada juga yang model cabin sehingga cocok untuk para backpacker. Ada fasilitas free breakfast juga. Letaknya di Playen Gunung Kidul. Dekat dengan tempat wisata lain seperti Air Terjun Sri Gethuk, Grojogan Lepo, dan Kedung Kandang. Ada juga hotel lain seperti Quin Colombo yang lebih dekat dengan kota.

Tips Berwisata ke Gunung Api Purba Nglanggeran

Tips pertama adalah siapkan cukup perbekalan. Memang benar jika Gunung ini kecil dan hanya memiliki ketinggialn sekitar 700 mdpl. Akan tetapi, jangan sepelekan! Terutama untuk para pemula dan jarang melakukan aktivitas alam, sudah pasti Anda bisa kecapaian. Siapkan setidaknya dua botol air mineral dan roti atau snack. Bila perlu nasi, jika Anda mudah lapar.

Tips Kedua, siapkan P3K. Meskipun jalanan gunung ini tidak se-ekstrem gunung lain, tapi perlu juga perbekalan obat-obatan. Sediakan setidaknya balsam untuk dioles di kaki jika pegal, lotion anti nyamuk, betadin juga plester jika nanti terjadi luka, dan obat cair masuk angin. Ini akan sangat dibutuhkan, apalagi jika Anda mendaki di pagi buta atau menjelang malam.

Tips Ketiga, pilihlah waktu yang tepat! Sebaiknya jangan mendaki, jika cuaca sedang mendung atau hujan karena treknya sangat licin. Tips terakhir, jangan lupa untuk membawa kamera. Pemandangan dari puncak tertinggi gunung ini sangat memukau apalagi ditambah dengan penampakan Embung dari kejauhan. Pastikan baterai HP terisi penuh untuk berjaga – jaga bisa melakukan panggilan jika diperlukan.