Danau Tiga Warna di Flores : Sejarah, Rute, + Info Lainnya

Flores merupakan salah satu wilayah yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menjadi salah satu tempat wisata favorit banyak orang. Salah satu tempat wisata yang populer adalah Danau Tiga Warna di Flores.

Danau 3 Warna ini juga memiliki nama lain, yakni Danau Kelimutu karena memang terletak di kawasan Gunung Kelimutu. Tak heran apabila danau satu ini menjadi destinasi wisata teramai dan sangat populer, karena memang pemandangan yang disajikan sungguh luar biasa menakjubkan.

Anda sudah pernah datang berkunjung ke Danau Kelimutu di Flores? Apabila belum, informasi yang akan kita bahas berikut ini dapat menjadi pengetahuan dasar untuk Anda.

Sejarah Danau Tiga Warna di Flores

Sejarah-Danau-Tiga-Warna-di-Flores

Mungkin di kepala Anda timbul pertanyaan, kenapa danau ini disebut dengan Danau Tiga Warna. Di balik itu, ada sejarah menarik dari terbentuknya danau ini dan alasan mengapa bisa disebut tiga warna.

1.     Ata Bupu dan Ata Polo

Konon katanya, semua ini berawal dari pertarungan seorang tenung jahat bernama Ata Polo dengan tokoh masyarakat baik yakni Ata Bupu. Tenung jahat bernama Ata Polo adalah seseorang yang suka memakan manusia.

2.     Anak Yatim Piatu

Dulunya sebelum terjadi pertarungan, Ata Polo dan Ata Bupu hidup berdampingan dan rukun di Puncak Gunung Kelimutu.  Namun, semua kerukunan tersebut berubah sejak adanya dua orang anak yatim piatu mendatangi Atu Bupu.

3.     Ata Polo Berniat Memakan Anak Yatim Piatu

Ata Bupu kemudian menyuruh kedua anak yang datang itu untuk menjaga ladang miliknya. Awalnya semua baik-baik saja, sampai suatu hari Ata Polo bertemu dengan kedua anak itu dan berniat untuk memakan mereka.

Hal tersebut akhirnya dihalangi oleh Ata Bupu dengan cara mengelabui si Ata Polo, yakni dengan mengatakan bahwa ia bisa memakannya ketika kedua anak tersebut sudah dewasa. Singkat cerita, kedua anak tersebut akhirnya tumbuh dewasa dan Ata Polo bersiap untuk memakannya.

Namun, Ata Bupu yang tidak tega dengan kedua anak tersebut akhirnya menyembunyikan mereka di sebuah goa. Ata Polo yang merasa telah dibohongi oleh Ata Bupu akhirnya berang dan marah besar, sehingga akhirnya terjadi peperangan di antara mereka berdua.

4.     Peperangan Tak Terelakan

Peperangan di antara mereka berdua berlangsung sangat dahsyat, hingga mengakibatkan gempa bumi dan juga kebakaran. Kedahsyatan peperangan akhirnya membuat keduanya gugur dan muncullah Danau Tiga Warna.

Hal inilah yang membuat danau yang ada di kawasan Gunung Kelimutu ini menjadi satu lokasi yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Nama tiga warna yang disematkan di danau, dikarenakan air di dalam danau dapat berubah-ubah warnanya hingga tiga warna.

Tentang Danau Tiga Warna

Tentang-Danau-Tiga-Warna

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Danau Tiga Warna di Flores dapat berubah warna. Ternyata ada kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat sekitar tentang ketiga danau tersebut.

Danau dengan warna air cenderung biru atau disebut dengan “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai tempat berkumpulnya roh-roh orang yang menutup usia ketika mereka masih muda.

Untuk danau dengan air yang berubah berwarna merah atau disebut dengan “Tiwu Ata Polo” diyakini menjadi tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang jahat. Sedangkan danau berwarna putih atau disebut dengan “Tiwu Ata Mbupu”diyakini menjadi tempat bersemayamnya roh-roh para tetua mereka.

Namun, jika dilihat dari penjelasan ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti, perubahan warna yang terjadi di danau tersebut disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang hidup di sana. Tak hanya itu saja, perubahan suhu juga menjadi alasan lain mengapa air di dalam danau dapat berubah dalam kurun waktu tertentu.

Menurut sejarah, danau ini dulunya ditemukan oleh seorang warga negara Belanda pada tahun 1915 yang bernama Van Such Telenyang. Akan tetapi kepopuleran danau ini dimulai ketika Y. Bouman menuliskan perasaan kagumnya terhadap Gunung Kelimutu dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1929.

Nah, pada saat itulah nama Gunung Kelimutu sekaligus Danau Tiga Warna mulai dikenal oleh khalayak ramai secara nasional maupun internasional.

Daya tarik yang dimiliki oleh danau ini tidak hanya terletak pada perubahan warna airnya saja, melainkan flora dan fauna yang hidup di sana sangatlah beraneka ragam. Di sekeliling danau Anda dapat melihat berbagai macam tumbuhan seperti pinus, kemudian edelweiss, cemara dan juga kayu merah.

Selain tumbuh-tumbuhan, jika Anda datang dan memiliki keberuntungan maka Anda bisa menjumpai rusa, burung elang, hingga babi hutan serta ayam hutan.

Luas Danau dan Informasi Lainnya

Luas-Danau-dan-Informasi-Lainnya

Danau Tiga Warna di Flores memiliki luas hingga 1.051.000 meter persegi dan mampu menampung air hingga 1.292.000 meter kubik. Sedangkan ketinggian dinding danau bila dihitung akan menemukan angka 50 sampai 150 meter dengan kemiringan mencapai 70 derajat.

Rute dan Akses Lokasi

Rute-dan-Akses-Lokasi

Danau Tiga Warna yang ada di Pulau Flores ini masih satu kawasan dengan Taman Nasional Kelimutu yang berada di Kabupaten Ende. Apabila Anda hendak berwisata ke danau ini, Anda bisa memulai perjalanan dari pusat Kota Ende.

Dari pusat kota, Anda bisa mengambil jalan menuju ke Desa Moni, salah satu desa yang berada di bawah kaki Gunung Kelimutu. Dari Desa Moni Anda akan melanjutkan perjalanan selama 30 menit dengan berjalan kaki menuju gerbang Taman Nasional Kelimutu.

Nah, untuk akses menuju Desa Moni, Anda bisa melewati Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo Anda dapat menggunakan kendaraan umum yang ada, misalnya saja bus atau mini bus dan mengambil jalur menuju Maumere hingga turun ke Desa Moni.

Harga Tiket Masuk Danau Tiga Warna di Flores

Harga-Tiket-Masuk-Danau-Tiga-Warna-di-Flores

Jika Anda berkunjung ke Danau Tiga Warna, Anda hanya perlu membayar tiket masuk satu kali yakni tiket masuk Taman Nasional Kelimutu. Pasalnya, danau ini berada di kawasan taman nasional.

Harga tiket masuk pun tidak semahal yang Anda bayangkan. Bahkan harga tiket tersebut tidak akan sebanding dengan indahnya pemandangan yang akan menyambut Anda. Berikut daftar harganya:

Tiket Masuk Taman Nasional Kelimutu Include Danau Tiga Warna

WNI Umum Rp 20.000,-
WNA Rp 150.000,-

 

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas-dan-Akomodasi

Menurut informasi terpercaya, di sekitar Danau Tiga Warna ini belum ada akomodasi penginapan maupun fasilitas wisata lainnya. Akan tetapi masih ada solusi untuk Anda yang ingin menginap, yakni di Desa Moni.

Di desa ini sudah banyak penginapan yang bisa pilih dengan harga super terjangkau. Harga penginapan satu malam di Desa Moni cukup bervariasi, namun Anda bisa menginap dengan nyaman hanya dengan membayar Rp 150.000,- saja per malam.

Selain itu, Anda juga bisa menyewa sepeda motor yang dapat digunakan untuk berkeliling Desa Moni, tentunya dengan tarif yang tidak akan membuat dompet Anda jebol.

Tips Wisata di Danau Tiga Warna

Tips-Wisata-di-Danau-Tiga-Warna

Ada beberapa tips wisata di Danau Tiga Warna di Flores yang bisa Anda terapkan. Tentunya tips-tips ini akan membuat wisata Anda jauh lebih bermakna dan mengasyikkan. Apa saja tipsnya? Anda dapat menyimaknya berikut ini:

1.     Bangun Pagi

Apabila Anda datang ke Danau Kelimutu untuk berburu matahari pagi, otomatis Anda harus bangun pagi-pagi sekali. Jika berangkat dari pusat Kota Ende, Anda harus sudah bangun sejak jam 03.00 waktu setempat. Pasalnya, jarak kota dengan Taman Nasional Kelimutu cukup jauh, yakni memakan 2 jam waktu perjalanan dengan naik mobil.

Nah, jika Anda berangkat dari Desa Moni, maka Anda bisa bangun setidaknya pukul 04.00 karena perjalanan dapat ditempuh 30-60 menit dengan berjalan kaki. Nah, karena hari masih sangat gelap di jam-jam tersebut, maka disarankan untuk membawa senter atau headlamp untuk penerangan.

2.     Bawa Kamera

Hal yang tidak boleh ketinggalan ketika Anda berkunjung ke Danau Tiga Warna adalah kamera. Anda bisa membawa kamera, entah itu DSLR, GOPRO, pocket, ataupun smartphone. Tentu saja hal ini untuk mengabadikan momen terbaik di tempat wisata ini.

Tak perlu kamera pro, asalkan momennya pas hasil foto yang Anda ambil akan tetap bagus, kok. Ketika hasil fotonya Anda unggah di sosial media, pasti akan membuat siapapun yang melihatnya iri dan ingin pergi ke sana.

3.     Siapkan Stamina

Menyiapkan stamina ekstra merupakan tips ketiga yang perlu Anda lakukan ketika hendak datang ke Danau Tiga Warna. Pasalnya, Anda harus berjalan kaki dari gerbang utama menuju puncak untuk bisa melihat pemandangan danaunya.

Jangan lupa untuk membawa bekal berupa air minum, karena berjalan akan sangat membuang tenaga dan bisa-bisa membuat Anda dehidrasi. Selain itu, kenakan baju dan juga alas kaki yang nyaman serta disarankan untuk menggunakan jaket karena suhu di puncak akan sangat dingin.

4.     Pakailah Sarung Tradisional

Sebenarnya tips ketiga ini bukanlah aturan tertulis, namun untuk menghormati kepercayaan Suku Lio maka menggunakan sarung tradisional berupa tenun khas Ende sangatlah disarankan. Tenang saja, di sana sudah ada pedagang yang menjual kain tersebut, akan tetapi jika Anda tidak berkenan bisa menyewanya di tempat penyewaan.

Danau Tiga Warna di Flores merupakan wisata alam yang berbeda dari lainnya dan menjadi tempat wisata yang wajib Anda kunjungi. Pastinya ketika berwisata ke sini, Anda akan menjumpai pemandangan luar biasa dan bisa menangkap gambar estetik untuk memberi asupan pada sosial media.

 

Lihat Juga :