" />

Pantai Atuh di Nusa Peninda merupakan salah satu pantai paling indah di Bali. Pantai Atuh merupakan pantai kecil yang memiliki keunggulan tidak hanya dalam keindahannya pantai, tapi ada tebing-tebing yang sangat menantang dan indah. Untuk para pemanjat, tebing di pantai Atuh merupakan lokasi tepat untuk belajar memanjat tebing. Tidak hanya itu, Pantai Atuh juga telah dilengkapi dengan fasilitas lengkap.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke Pantai Atuh, anda bisa menggunakan Google maps untuk rute menuju kesana. Transportasi menuju Pantai Atuh adalah dengan menggunakan speedboat karena lokasinya yang terpisah dari pulau Nusa Dua. Harga untuk transportasi ke Nusa Peninda menggunakan speedboad adalah $65 jika menggunakan agen perjalanan yang ada di Bali.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Pantai Atuh

Kamu tidak perlu pusing dengan harga tiket masuk karena tidak ada tiket masuk di Pantai Atuh. Namun begitu, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp.5.000,- untuk parkir kendaraan roda dua dan Rp 10.000,- untuk kendaraan roda empat.

Baca Juga : Pantai Pandawa, Salah Satu Spot Bermain Kano Favorit di Bali!

Daya Tarik Pantai Atuh

1. Tebing Loncat

Tebing Loncat Pantai Atuh

Diberkahi dengan gugusan tebing yang menarik, tebing di pantai atuh bisa digunakan untuk meloncat. Sebelum loncat, kamu bisa terlebih dahulu untuk menikmati tepian pantai atuh dan gugusan tebing di pantai serta berfoto di pinggir tebing. Gugusan tebing indah jika di lihat dari atas mengingatkan kamu akan gugusan tebing di raja ampat, papua.

2. Bukit Teletubbies

Bukit Telettubies Pantai Atuh

Dari bukit teletubbies, kamu akan menyaksikan rumah warga setempat yang terlihat kecil. Menurut warga sekitar, waktu terbaik untuk menikmati pemandangan dari bukti teletubbie adalah pagi dan sore hari. Waktu tersebut adalah waktu tepat untuk menyaksikan matahari terbit dan matahari tenggalam. Jika memungkinkan, jangan siang hari, karena tidak ada tempat berteduh.

3. Gugusan Pulau Karang

Ada empat gugusan pulau karang di pantai Atuh yaitu Pulau Batu Melawang, Pulau Batu Abah, Pulau Batu Paon dan Pulau Batu Jineng. Dari empat pulau tersebut, Pulau Batu Melawang adalah yang terbesar. Jika kamu menuju Pulau Batu Melawang, kamu akan melihat para nelayan disana karena setiap nelayan harus melewati terowongan di bawah pulau tersebut.

Baca JugaPantai Padang Padang, Destinasi Cocok untuk Meditasi!

4. Spot Sunrise

Sunrise Pantai Atuh

Sunrise sangat bagus untuk kamu yang mencari refleksi air laut. Jika kamu berada di pinggir pantai, cahaya sunrise di sebelah kanan akan sangat indah di abadikan ditambah dengan ujung tebing yang menawan. Sunrise terbaik di Pantai Atuh adalah jam 8 pagi. Tempat terbaik adalah di dekan pura dan bukti teletubbies.

5. Spot Sunset

Sunset Pantai Atuh

Jika kamu ingin menyaksikan sunset, jangan menuju tepi pantai sebelah timur karena cahaya sunset akan terhalangi oleh tebing. Spot terbaik sunset adalah Tanjung Juntil karena tebing tersebut adalah tebing tinggi yang sudah dilengkapi jalan setapak untuk para pengunjung yang ingin melihat sunset ataupun melompat dari tebing.

6. Mata Air

Mata Air Pantai Atuh

Mata Air di Pulau Atuh merupakan sumber air satu-satunya di pulau tersebut. Letak sumber air tersebut berada dekat pura. Keunikan dari sumber air ini adalah air yang dihasilkan adalah air tawar padahal sumber air letaknya dekat dengan pantai. Sumber mata air tersebut juga merupakan asal usul dari nama pantai Atuh yang artinya air mata yang tidak pernah kering.

Fasilitas di Pantai Atuh

Jika kamu menggunakan agen perjalanan yang berada di Bali atau Nusa Dua, dengan biaya $65 anda sudah mendapatkan makan siang, pemandu, cottage untuk beristirahat dan makan siang. Biaya tersebut adalah untuk sekali perjalanan dari pagi dan sore kembali ke Bali.

Akses dan Rute Menuju Pantai Atuh

Karena letaknya yang berpisah dengan Nusa Dua, transportasi hanya menggunakan jalur laut. Ada tiga transportasi yang bisa kamu gunakan, kapal feri, kapal tradisional, dan kapal cepat. Biaya kapal feri yang harus kamu keluarkan adalah Rp.15.000,-/orang, kapal tradisional sebesar Rp.25.000,-/orang, dan kapal cepat sebesar Rp. 65.000,-/orang. Estimasi waktu tempuh yaitu 1-2 jam.

Ketika kamu sudah berada di pulau Nusa Peninda, kamu harus berjalan ketimur untuk menuju pintu masuk Pantai Atuh. Kamu bisa berjalan kaki atau pilihan terbaik adalah menyewa sepeda motor. Biaya sewa motor di pulau Peninda adalah Rp. 75.000,-/ hari. Pastikan juga kamu membawa helm sendiri karena orang sekitar sudah terbiasa tidak menggunakan helm.

Ada tiga rute yang bisa ditempuh dari pelabuhan. Pertama rute melewati kantor desa Pejukutan. Rute kedua adalah Desa Ampel. Rute ketiga adalah Dusun Karang. Tiga rute tersebut memiliki waktu yang tempuh yang hampir sama, yaitu 45-60 menit. Ketika kamu ingin melanjutkan perjalanan desa, kamu harus menyiapkan kebutuhan akomodasi seperti makanan, minuman, dan bila perlu bensin untuk kendaraan kamu.

Dan hal yang perlu kamu perhatikan adalah kondisi jalan menuju pantai atuh. Dari desa, jalan yang harus dilalui terjal, berbatu, dan licin ketika hujan dengan jarak tempuh 2 kilometer. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Perjalanan 2 kilometer dan kondisi jalan terjal tidak akan terasa karena kamu akan melihat pemandangan yang sangat luar biasa.

Peta Menuju Pantai Atuh (Google Maps)

Hotel Terdekat dari Pantai Atuh

Untuk kamu yang ingin menginap di Pantai Atuh, ada 2 pilihan tempat yang bisa digunakan untuk istirahat. Pertama adalah dengan menggunakan rumah kayu yang harus ditempuh 60 menit dari pantai Atuh dengan berjalan kaki. Kedua adalah dengan memanfaatkan homestay yang harga tidak lebih dari Rp. 100.000,-

Adapun beberapa pilihan hotelnya, antara lain:

  1. Kabeh Jati Garden Villa and Restaurant
  2. The Somayan Bungalows

Tips Berwisata ke Pantai Atuh

  1. Untuk sesi pemotretan surise, kamu harus berada di lokasi jam 05.30 WITA. Momen sunrise terbagus biasanya sekitar pukul 06.30 WITA.
  2. Untuk sesi pemotretan sunset, waktu terbaik untuk matahari tenggelam adalah jam 16.00 WITA.
  3. Bawalah air mineral secukupnya dan berhemat. Lokasi yang jauh dari mata air dan tidak warung sepanjang jalur tebing akan menyusahkan kamu jika harus kembali lagi ke lokasi parkir dan lokasi pantai.
  4. Perhatikan petunjuk jalan. Kamu akan menemukan jalan-jalan yang banyak persimpangan, maka pilihlah jalan yang lurus jika menemukan persimpangan. Jika anda tersesat, maka cari lah bantuan dan bertanya setiap bertemu warga sekitar.
  5. Periksa tekanan angin ban dan BBM. Kalau kamu tidak yakin dengan bbm di kendaraan mu, segeralah isi. Pastikan juga dengan ban karena jika mengalami pecah ban atau bocor maka kamu akan sangat susah. Hal tersebut karena trek yang naik turun dan dipenuhi dengan kebun dan tanah kosong.
  6. Mendirikan tenda atau camping merupakan solusi tepat. Ada yang berkemah di sekitar pasir pantai, ada yang menginap di Rumah Kayu, ada juga yang menginap di homestay yang dikelola warga sekitar.
  7. Gunakan helm. Jalan yang tidak rata dan terjal merupakan jalan berbahaya jika kamu menggunakan kendaraan roda dua. Kamu harus menyiapkan sendiri helmnya agar tidak mendapat cedera.